Wednesday, February 9, 2011

Random Event Generator - Bisakah sebuah mesin memprediksikan peristiwa masa depan?

Apakah kita bisa mempengaruhi sebuah mesin dengan kekuatan pikiran kita? Sejumlah ilmuwan dari berbagai negara percaya kalau jawabannya adalah ya. Hasil dari keyakinan ini adalah sebuah mesin yang bernama Random Event Generator yang bahkan mampu melakukan sesuatu yang tidak diduga sebelumnya, yaitu meramalkan terjadinya sebuah peristiwa besar seperti serangan 11 September.


Awalnya, Random Event Generator atau REG dikembangkan bukan untuk meramal. Kemampuan itu ditemukan tanpa sengaja ketika para peneliti mencoba untuk melihat efek pikiran populasi dunia terhadap mesin tersebut.

Walaupun terdengar seperti sebuah pandangan mistik, ide untuk melakukan eksperimen ini datang langsung dari seorang peneliti Princeton University bernama Dr.Roger Nelson. Dr.Nelson sendiri adalah seorang ahli psikologi eksperimental di universitas ternama itu.

Pada pertengahan tahun 1990an, ia memulai eksperimen ini dengan hipotesis kalau proses berpikir setiap orang di planet ini akan membentuk sebuah "kesadaran global" yang dapat berinteraksi dengan sebuah perangkat keras sehingga bisa mempengaruhi output perangkat tersebut. Sebagian orang menyebut "kesadaran global" ini dengan julukan "pikiran Tuhan".

Dr.Nelson mendapatkan inspirasinya dari penelitian Prof. Robert Jahn (Juga dari Princeton University) yang pada tahun 70an telah melakukan penelitian untuk mengetahui apakah pikiran manusia bisa mempengaruhi sebuah mesin.

Bedanya, Dr.Jahn melakukan eksperimen ini dalam skala mikro. Ia meminta beberapa sukarelawan untuk memproyeksikan pikiran mereka ke sebuah mesin yang secara terus menerus mengeluarkan output berupa angka nol dan satu. Hasilnya cukup mengejutkan. Output yang dihasilkan oleh mesin mengalami anomali sehingga Prof.Jahn menyimpulkan kalau pikiran manusia memang bisa mempengaruhi sebuah sistem fisik seperti mesin.

Dr.Nelson yang terinspirasi kemudian mencoba untuk menerapkan eksperimen ini dalam skala yang lebih besar. Lalu ia membuat sebuah mesin atau "kotak hitam" yang juga menghasilkan output berupa angka nol dan satu secara acak. Mesin ini dipasang di berbagai negara dan terhubung dengan sebuah server di Laboratoriumnya di Princeton.


Jika mesin itu tidak mendapatkan pengaruh dari luar, maka output yang dihasilkan tidak akan berubah, dengan kata lain tetap acak. Walaupun acak, hukum probabilitas akan menyebabkan mesin itu mengeluarkan angka nol dan satu yang hampir sama banyak sehingga grafik yang dihasilkan hanya berupa garis lurus.

Namun, ketika kesadaran global muncul, mungkin akibat terjadinya sebuah peristiwa besar, output yang dihasilkan tidak akan acak lagi. Misalnya, angka satu mungkin akan lebih sering muncul sehingga menghasilkan sebuah lonjakan tajam di dalam grafik (spike).

Jadi, Dr.Nelson hanya perlu memperhatikan lonjakan tersebut dan melihat korelasinya dengan peristiwa nyata yang sedang terjadi di dunia.

Perlu diingat kalau mesin ini tidak memiliki sensor untuk menangkap sinyal ataupun gelombang apapun dan benar-benar dibuat hanya untuk melihat apakah pikiran manusia yang abstrak mampu mempengaruhi sebuah benda fisik.

Awalnya, Dr.Nelson hanya memiliki 40 mesin REG di seluruh dunia yang terhubung dengan server di Princeton. Mesin-mesin ini terus menghasilkan jutaan output secara konstan, kebanyakan hanya terlihat seperti garis lurus.

Lalu, pada tanggal 6 September 1997, sesuatu terjadi!

Output mesin REG-nya menghasilkan sebuah spike. Kebetulan, pada hari itu, sekitar satu milyar penduduk dunia sedang menyaksikan secara langsung pemakaman putri Diana lewat televisi. Jadi, diasumsikan kalau sebuah perubahan dalam emosi global telah tercipta dan mempengaruhi output mesin REG.

Dr.Nelson takjub!

Apa yang disaksikannya mungkin telah meneguhkan hipotesisnya.

Melihat hasil yang luar biasa ini, ia memutuskan untuk meminta bantuan dari rekan-rekan penelitinya. Karena itu, pada tahun 1998, ia mengumpulkan sekitar 100 ilmuwan dari seluruh dunia dan memulai sebuah eksperimen yang disebutnya Global Conciousness Project (GCP, yang kadang juga disebut sebagai EGG Project).

Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Institute of Noetic Sciences, sebuah organisasi yang pernah disinggung Dan Brown dalam Novelnya, The Lost Symbol.

Mengenai tujuan dari eksperimen ini, Roger Nelson menyatakan kalau eksperimen ini dapat memberikan "Sebuah pemahaman yang sangat penting mengenai perilaku manusia dalam skala yang lebih besar yang berpotensi untuk membantu kita membentuk masa depan yang lebih baik dan kredibel."

Setelah Global Conciousness Project dibentuk, paling tidak terdapat 65 tempat di seluruh dunia yang menampung mesin REG yang hasilnya terus ditransmisikan ke Princeton.

Selama esperimen berlangsung, para peneliti terkagum-kagum ketika menemukan mesin REG tersebut berhasil "merasakan" peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di seluruh dunia.

Ketika malam tahun baru tiba, mesin itu akan menghasilkan spike, menunjukkan kalau ia merasakan sukacita yang terjadi di seluruh dunia.

Ketika pasukan NATO menyerang Yugoslavia dengan serangan bom, spike kembali muncul.

Begitu juga ketika kapal selam Kursk milik Rusia tenggelam, ketika terjadi sengketa hasil pemilu Amerika Serikat tahun 2000 dan ketika Barack Obama terpilih menjadi presiden.

Tentu saja, ketika Roger Nelson pertama kali meneliti fenomena ini, ia hanya berasumsi kalau output mesin itu akan berubah ketika sebuah kesadaran global terbentuk akibat peristiwa yang telah terjadi.

Namun, pada tanggal 11 September 2001, ia menemukan sebuah misteri yang cukup mengejutkan.

Mesin itu ternyata bisa "merasakan" sebuah peristiwa besar beberapa jam sebelum terjadi!

Dengan kata lain, mesin itu meramalkan terjadinya peristiwa tersebut.

Seperti yang kita ketahui bersama, pada tanggal 11 September 2001, menara kembar WTC dan Pentagon di Amerika Serikat diserang dan korban tewas diperkirakan mencapai 3.000 orang.

Empat jam sebelum serangan tersebut, mesin REG menunjukkan sebuah spike!

Bukan hanya itu, pada bulan Desember 2004, mesin itu kembali menjadi liar. Spike bermunculan di grafik yang dihasilkannya. 24 jam kemudian, sebuah gempa besar terjadi di samudera Hindia yang kemudian menyebabkan tsunami Asia yang membunuh seperempat juta orang.

Hasil ini mengejutkan karena mungkin mesin ini telah mengkonfirmasikan teori mengenai kemampuan precognitive (mengetahui apa yang akan terjadi) manusia! Sebagian peneliti memang percaya kalau pikiran bawah sadar manusia sebenarnya mampu "merasakan" peristiwa yang akan terjadi.

Dengan demikian, ada dua pertanyaan yang berusaha dijawab oleh eksperimen ini.

Pertama, Apakah pikiran (kolektif) manusia mampu mempengaruhi sebuah benda fisik (Mind over matter)?

Dan kedua, Apakah manusia benar-benar memiliki kemampuan untuk mengetahui peristiwa yang akan terjadi?

Tentu saja, kedua pertanyaan ini akan sangat sulit dijawab karena selama ini para ilmuwan lebih sering menolak untuk terlibat dalam dua hal tersebut.

Menurut Dr.Nelson:
"Hal ini benar-benar membuat kami terheran-heran. Kami sedang berada dalam proses untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya sedang terjadi disini. Sekarang, kami seperti sedang menusuk di dalam kegelapan."

"Jika melakukan kesalahan, kami sangat bersedia dikoreksi. Namun sampai saat ini kami belum menemukan satupun. Demikian juga dengan orang lain."
Mengenai pertanyaan pertama, Mark Pilkington, seorang jurnalis untuk majalah Fortean Times berkata: "Otak manusia sebenarnya mirip dengan peralatan listrik. Jadi wajar saja kalau ia bisa mempengaruhi medan magnet atau peralatan listrik lainnya."

Prof.Chris French, seorang psikolog di Goldsmith College di London juga setuju.
"Global Consciousness Project telah memberikan hasil yang menarik yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Saya sendiri sedang terlibat dalam eksperimen serupa dan saya ingin melihat apakah saya mendapatkan hasil yang sama."
Pernyataan ini cukup menarik mengingat Prof.French adalah seorang skeptis.

Mengenai kemampuan REG untuk meramal, ia berkata; "Anehnya, tidak ada satupun hukum fisika yang menolak kemungkinan melihat masa depan."

Tetapi, tidak semua peneliti sependapat. Ada yang menganggap kalau Dr.Nelson telah memilah-milah data dan hanya melihat data yang diinginkannya. Efek ini disebut Confirmation Bias dan memang biasa terjadi, terutama dalam kasus ramal-meramal.

Dalam kasus peristiwa 11 September, beberapa hari sebelum peristiwa tersebut terjadi, grafik di REG sebenarnya menunjukkan adanya fluktuasi serupa. Namun fluktuasi ini tidak disinggung oleh Dr.Nelson karena pada hari itu tidak terjadi sesuatu yang istimewa. Hal inilah yang dianggap sebagai bias bagi para skeptis yang menolak hasil eksperimen ini.

Lagipula, jika memang mesin itu bisa menangkap perubahan-perubahan dalam pikiran umat manusia, mengapa banyak peristiwa besar di dunia tidak bisa "dirasakan" oleh mesin tersebut?

Roger Nelson juga mengakui kurangnya bukti untuk mendukung hipotesisnya.
"Saya ingin menegaskan kembali kalau saya suka dengan ide mengenai kesadaran global. Namun ide ini memang masih sebatas spekulasi. Saya tidak ingin mengklaim kalau statistik dan grafik yang dihasilkan adalah bukti adanya kesadaran global. Namun, di pihak lain, kami memiliki bukti kuat kalau terjadi anomali pada data yang seharusnya acak. Anomali ini memiliki korelasi dengan ekspektasi orang-orang mengenai sebuah peristiwa yang penting baginya."
Bagaimanapun juga Dr.Nelson tetap optimis, namun tidak untuk jangka pendek.
"Mungkin kami bisa memprediksikan sebuah peristiwa besar yang akan terjadi. Namun kami tidak bisa mengetahui dengan pasti apa dan dimana peristiwa itu akan terjadi."
"Dengan kata lain - kami belum memiliki mesin yang bisa kami jual ke CIA."
Dr.Nelson kemudian memberikan sedikit filosofi mengenai eksperimen ini.
"Kita selalu diajarkan untuk menjadi monster yang individualistik. Kita didorong oleh lingkungan kita untuk memisahkan diri dari yang lainnya. Hal itu tidak baik."

"Ada kemungkinan kalau kita sebagai manusia sebenarnya terhubung dengan yang lainnya lebih erat daripada yang kita sadari."
Benar sekali.

Namun, untuk membuktikan keberadaan "kesadaran global" yang bisa mempengaruhi sebuah mesin atau meramal peristiwa masa depan, mungkin kita masih butuh waktu dan penelitian yang lebih panjang. Dan untuk itu kita bersyukur untuk peneliti seperti Dr.Roger Nelson.

Baca juga: Precognitive dream dan Telekinesis.

(noosphere.princeton.edu, redorbit.com, hubpages.com, skepticnews.com)

Share on Facebook
Bookmark and Share

Perhatian ! Boleh Copy paste, tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.

114 comments:

  1. pertamax... by g3rryok

    ReplyDelete
  2. petromax...
    mudah2an...

    -iccank-

    ReplyDelete
  3. mantaap new posting !

    ReplyDelete
  4. Devy said:
    PErtamanya...

    ReplyDelete
  5. pertamax...
    artikelny menarik bung,

    higeboy

    ReplyDelete
  6. menarik bug heheheh

    ReplyDelete
  7. dari Tresna Asti

    ya ampun.. yang komen diatas, dasyat koneksi internetnya!!!

    ReplyDelete
  8. Akhr'a enigma come back..
    Haha..

    Lbh prcya klw mnusia bsa "mrasakn" kjdian bsar yg akn dtng..
    Sprti insting hwan gtu x..
    Tpi klw untk msin ni ky'a lum prcya..
    Krna cara krja'a ja gk twu..
    Hha..

    a.wahyu.s

    ReplyDelete
  9. entah ke berapax,,,,

    ReplyDelete
  10. br kali ini ane dapet 10 besar...

    ReplyDelete
  11. enigma is back!.. teknologi yg sangat luar biasa. di masa depan mungkin kita bisa menggerakkan benda dgn kekuatan pikiran. mungkin.

    ReplyDelete
  12. Good Article

    Mau nanya cara kerja alat tersebut apa hanya mengeluarkan output berupa angka 0 atau 1 tetapi bagaimana bisa tanpa adanya suatu sensor untuk menangkap kesadaran global dalam jumlah banyak dari arah yang tak dapar diprediksi?

    Keep moving forward...

    ReplyDelete
  13. 10 besar.
    Kira2 'sensor' mesin ini kayak apa ya?

    ReplyDelete
  14. doea poeloeh besar..

    ReplyDelete
  15. Wow....
    Postingan yang bagus sekali bro...
    Baru kali ini saya tau pembahasan yang seperti ini...

    Keep posting!! ^^

    ReplyDelete
  16. @Zetta dan Yudh: outputnya memang hanya angka 1 dan 0 dan tidak ada sensor soalnya memang tidak ada yang bisa ditangkap.

    Ini kata mereka mengenai cara kerja mesin ini:

    "When it comes to "what we are measuring" the story becomes more complicated because there is no real understanding of the mechanism whereby an REG's behavior can be altered by thoughts and emotions or intentions"

    ReplyDelete
  17. kayaknya masih blom pasti ini keapuhan mesinnya..

    semoga aja ada perkembangan yang bisa membuat mesin ini bnr2 brmanfaat...:)


    -debby

    ReplyDelete
  18. **klo lie detector? gmna bung? apa cara kerjanya jg mirip dgn Random Event Generator?
    (dlm lingkup yg lbh kecil mungkin).

    Klo mengenai "firasat" manusia, saya percaya.
    manusia bisa merasakan, walaupun tdk bs membaca apa yg akan terjadi.

    ReplyDelete
  19. @ai: betul, cara kerja mesinnya memang seperti Lie detector. Namun, tentu saja lie detector lebih scientific karena ia mengukur denyut nadi, tekanan darah dan indikator tubuh lainnya. Bukan sesuatu yang abstrak seperti pikiran.

    ReplyDelete
  20. Soal pertanyaan pertama, Apakah pikiran (kolektif) manusia mampu mempengaruhi sebuah benda fisik (Mind over matter)?

    Menurut saya pikiran manusia memiliki kemampuan itu . Pendapat saya berdasarkan buku yang pernah saya baca judulnya The Secret karya Rhonda Byrne . Penjelasan secara visualnya juga pernah ditayangkan entah di History , Discovery atau di National Geographic channel . Saya lupa ditayangkan di mana , tapi yang saya ingat penjelasannya berdasarkan hukum-hukum fisika dan sangat masuk akal.

    ReplyDelete
  21. dari mana brader enigma tau prof. chris french adalah seorang skeptis?

    ReplyDelete
  22. tolong setiap berita mengenai alat" / mesin di lengkapi dgn gambar nya

    ReplyDelete
  23. @Anonymous 23: Dari sini brader:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Chris_French

    @Anonymous 24: bukankah sudah ada gambarnya?

    ReplyDelete
  24. mantap gan... salam kenal bung E, saya penggemar postingan anda...

    ReplyDelete
  25. Baguuus postinganna bang! Walaupun pusing juga (dikit) bacanya.
    Jgn smpai si wilhelmina slaughter itu muncul. Komen2na sinis bgt.

    ReplyDelete
  26. wadoww,,
    padahal o.l di f.b..
    tapi kecolongan....
    100 besar deh...

    ReplyDelete
  27. Makrokosmos dan mikrokosmos adalah ilmu alam yang bisa diprediksi dengan logika pemrograman, setidaknya itu yang saya tau, mereka memiliki siklus yang pasti dalam artian nonrelatif, seperti bisa di prediksi dengan perhitungan tertentu (matematika)

    contoh, kejadian runtuhnya NAZI, berulang dengan kemiripan runtuhnya orde baru, berulang lagi dengan runtuhnya gloria macapagal aroyo, berulang lagi dengan tragedi jenderal korea, berulang lagi dengan tragedi mesir, kesamaanya adalah seorang pemimpin di runtuhkan oleh rakyat karena menjabat terlalu lama srta korup atau diktator.

    putaran-putaran sklus itu hampir mirip dengan eksekusi virus autorun yang mnginfeksi komputer om agung (black lycan), virus tersebut sebenarnya menggandakan diri setiap penanggalan tertentu tergantung setting timer yang ada di windows, penggandaan ini sebenernya memakai kode Visual Basic yang sangat sederhana.

    Lucunya, penggandaan virus tersebut meski hanya perulangan proses, namun memiliki output berbeda, output itulah yang sering disebut sebagai kode penanda,

    sama halnya dengan para presiden tadi bang, cerita mereka hampir sama tapi lokasi serta orang2yang terlibat berbeda bukan?

    itulah mengapa saya katakan makrokosmos dan ikrokosmos memiliki siklus yang mirip dengan logika perograman. sepereti yang kita tau, segala hal di dunia ini saling berhubungan, solah-olah ada benang imajiner yang menghubungkan anda dan saya, benang imajiner itu bila di ibaratkan lebih jelas lagi seperti tumbuhan bakau di rawa, ada satu induk utama yang menyebarkan akarnya ke seluruh area, akar-akar tadi tumbuh lagi menjadi pohon-pohon baru, bila seseorang melihat, mereka akan berfikir itu hanyalah hutan bakau, (definisi hutan : sebuah habitat dengan banyak tumbuhan di dalamnya) padahal, yang mereka lihat adalah satu pohon bakau dengan ribuan akar yang telah tumbuh menjadi anak pohon baru.

    siklus-siklus dalam kehidupan kita sebenernya selalu terulang, kita tak pernah menyadari karena perulangan terjadi jauh di luar jangkauan kita, saat bang enigma klilipan debu+kesandung krikil, kemungkinan di tempat lain ada orang dengan nasib sama seperti bang enigma, karena putaran sikus terjadi di luar jangkauan bang enigma maka bang enigma tidak menyadarinya.

    kesesuaian koneksi antara titik energi eteris dalam diri manusia yang tercampur bersama prana yang melayang bebas di udara di tambah campur tangan tuhan telah menjadikan sebuah komposisi unik yang disebut skenario kehidupan, mulai dai putaran proton-netron-elektron,berlanjut ke putaran api ular di cakra kundalini, sampai putaran sa'i di makkah (maaf karena saya muslim), sampai putaran bulan mengelilingi bumi, sampai tata surya mengelilingi matahari, sampai matahari berputar pada poros galaksi, semua telah berjalan sesuai kehendak tuhan, dan sebenernya tidak menutup kemungkinan kita bisa memprediksi beberapa siklus spesifik sepertikejadian-kejadian tertentu menggunakan programyang canggih,

    tentu saja menggunakan logika yang super,

    kesimpulanya saya setuju bila masa depan bisa di prediksi, karena hidup adalah perulangan dari sebuah putaran siklus, bukankah roda berputar (kata pepatah), sebenernya bukan sekedar pepatah, tapi isyarat, bahwa hidup ini memiliki siklus, yang namanya siklus pasti berhubungan dengan proses, proses pasti ada input serta outputnya, jika sudah seperti itu, kemungkinan adanya prediksi melalui perhitungan serta analogika, sangatlah besar meski akurasinya belum tentu 100%

    maaf kalo komenya kepanjangan n gak bermutu hehe, maklum bang, agak semangat nih...

    ReplyDelete
  28. TAK KOMENKAN DUA KALI TAKUTNYA NDAK TERKIRIM KARENA KONEKSI MENDUT-MENDUT dan yang pertama banyak salah ketik HEHE
    Makrokosmos dan mikrokosmos adalah ilmu alam yang bisa diprediksi dengan logika pemrograman, setidaknya itu yang saya tau, mereka memiliki siklus yang pasti dalam artian nonrelatif, seperti bisa di prediksi dengan perhitungan tertentu (matematika)

    contoh, kejadian runtuhnya NAZI, berulang dengan kemiripan runtuhnya orde baru, berulang lagi dengan runtuhnya gloria macapagal aroyo, berulang lagi dengan tragedi jenderal korea, berulang lagi dengan tragedi mesir, kesamaanya adalah seorang pemimpin di runtuhkan oleh rakyat karena menjabat terlalu lama srta korup atau diktator.

    putaran-putaran sIklus itu hampir mirip dengan eksekusi virus autorun yang mnginfeksi komputer om agung (black lycan), virus tersebut sebenarnya menggandakan diri setiap penanggalan tertentu tergantung setting timer yang ada di windows, penggandaan ini sebenernya memakai kode Visual Basic yang sangat sederhana.

    Lucunya, penggandaan virus tersebut meski hanya perulangan proses, namun memiliki output berbeda, output itulah yang sering disebut sebagai kode penanda,

    sama halnya dengan para presiden tadi bang, cerita mereka hampir sama tapi lokasi serta orang2yang terlibat berbeda bukan?

    itulah mengapa saya katakan makrokosmos dan ikrokosmos memiliki siklus yang mirip dengan logika perograman. seperti yang kita tau, segala hal di dunia ini saling berhubungan, solah-olah ada benang imajiner yang menghubungkan anda dan saya, benang imajiner itu bila di ibaratkan lebih jelas lagi seperti tumbuhan bakau di rawa, ada satu induk utama yang menyebarkan akarnya ke seluruh area, akar-akar tadi tumbuh lagi menjadi pohon-pohon baru, bila seseorang melihat, mereka akan berfikir itu hanyalah hutan bakau, (definisi hutan : sebuah habitat dengan banyak tumbuhan di dalamnya) padahal, yang mereka lihat adalah satu pohon bakau dengan ribuan akar yang telah tumbuh menjadi anak pohon baru.

    siklus-siklus dalam kehidupan kita sebenernya selalu terulang, kita tak pernah menyadari karena perulangan terjadi jauh di luar jangkauan kita, saat bang enigma klilipan debu+kesandung krikil, kemungkinan di tempat lain ada orang dengan nasib sama seperti bang enigma, karena putaran siklus terjadi di luar jangkauan bang enigma maka bang enigma tidak menyadarinya.

    kesesuaian koneksi antara titik energi eteris dalam diri manusia yang tercampur bersama prana yang melayang bebas di udara di tambah campur tangan tuhan telah menjadikan sebuah komposisi unik yang disebut skenario kehidupan, mulai dari putaran proton-netron-elektron,berlanjut ke putaran api ular di cakra kundalini, sampai putaran sa'i di makkah (maaf karena saya muslim), sampai putaran bulan mengelilingi bumi, sampai tata surya mengelilingi matahari, sampai matahari berputar pada poros galaksi, semua telah berjalan sesuai kehendak tuhan, dan sebenernya tidak menutup kemungkinan kita bisa memprediksi beberapa siklus yang lebih spesifik seperti kejadian-kejadian tertentu menggunakan program yang canggih,

    tentu saja menggunakan logika yang super,

    kesimpulanya saya setuju bila masa depan bisa di prediksi, karena hidup adalah perulangan dari sebuah putaran siklus, bukankah roda berputar (kata pepatah), sebenernya bukan sekedar pepatah, tapi isyarat, bahwa hidup ini memiliki siklus, yang namanya siklus pasti berhubungan dengan proses, proses pasti ada input serta outputnya, jika sudah seperti itu, kemungkinan adanya prediksi melalui perhitungan serta analogika, sangatlah besar meski akurasinya belum tentu 100%

    maaf kalo komenya kepanjangan n gak bermutu hehe, maklum bang, agak semangat nih...

    ReplyDelete
  29. bung enigma, apakah ada korelasi antara jumlah korban dengan tingginya spike? rasa2 nya kok susah ya untuk mengukur skala seberapa signifikannya sebuah peristiwa.

    ReplyDelete
  30. dari Tresna Asti

    Kak.. Sy masih bingung sama apa itu Kesadaran Global?? Kesadaran semua orang? Dibilang Kesadaran Global jk lebih dr satu orang yang sadar gitu ya? Adududu, bingung saya,, tapi pengen tau... O,o?

    Pertamanya pas dibilang tu alat ngeramalin 11 Sept, sy lgs brfikir, ah! Konspirasi global!
    =,=a
    begini maksud imajinasi ngaco sy di pagi hari yang cerah ini, ehem,
    1.cukup byk org dluar sana baik militer, ilmuwan ataupun org penting suatu negara yang tahu bahwa ada rencana penabrakan pesawat ke gedung..
    2.nah pas nulis komen diatas, saya inget ramalan engkong nostradamus (yg ttg 11 sept itu), jd ketika pesawat dibajak, sbagean org inget ah! ramalan itu! dan emosi jd labil, lalu grafikny berubah deh.. Halah! Ngaco..
    Terus pas dibilang itu grafik spike sblm tsunami asia, yg pertama saya pikir, wew! Ga jd sy pikir bhw konspirasi global yg bikin bisa meramal.. Berarti mesin itu hebat donk! Bisa ngeramal bencana?! Tp lalu sy inget CERN ato apa sih yg dblg alat yg isuny bs bikin bencana dswt wilayah? Wew! Konspirasi! Balik lg pikiran saya ke konspirasi global...
    Hahaha, XD

    Tp otak saya lemes waktu dibilang bahwa ada bias data.. Euh...
    ~( _O_ )~

    ReplyDelete
  31. dari Tresna Asti

    eeuuuh... Kesistematisan artikel ini membuat saya terkagumkagum Kak..!
    ^o^b
    tapi rasanya, kehebatan dan kehebohan alat itu agak terbantahkan oleh isi dari paragrafparagraf diakhir artikel.. Jadi saya juga ga seheboh pas baca paragrafparagraf yang ada di pertengahan.. Dan lucunya, diparagrafparagraf awal, sblm bilang ttg 11 sept, saya sempet mikir, apanya yg bisa ngeramal? Biasa aja ni alat! Tp paragraf di tengah artikel nyawab tanya saya.. Hoahahahahaha

    "pikiran manusia itu sangat luar biasa"

    pikiran dan gelombang.. Sy ga bisa buat kalimatnya, tapi diotak saya kata pikiran dan gelombang lalulalang terus stlh bc artikel ini..
    *sejuta jempol buat Kak Enigma*
    d^o^b

    ReplyDelete
  32. kok sekarang jarang up date boz???

    ReplyDelete
  33. menurut ane sich, itu bukan ramalan yang dibaca oleh mesin tetapi memang perasaan orang pada saat itu. jadi kejadian 11 sep itu udah banyak yang mengetahui bahwa itu akan terjadi sehingga pikiran orang2 yang mengetahui inilah yang ditangkap oleh mesin itu.
    begitu juga dengan tsunami, pernah terpikir kan klo tsunami itu buatan manusia, maka itu banyak orang2 yang telah mengetahui kejadian ini sebelum terjadi...gimana Bang Enigma ???

    ReplyDelete
  34. suatu saat mesin menjadi lawan manusia seperti di film-film box office..

    ReplyDelete
  35. Artikel yg menarik.
    Saya percaya bhwa alam bwh sadar manusia memang memiliki kemampuan untuk itu,,namun manakala diskenariokan secara kolektif,apalagi dgn scope yg terlalu luas (kasadaran kolektif global/internasional),,hmmmmm....I don't think so..
    Apalagi system operasional alat itupun msh sangat bias,metode pengumpulan data-nya pun sangat diragukan validitas-nya (bagaimana mungkin mengumpulkan kesadaran kolektif manusia secara global di brbagai belahan dunia tnpa penangkap signal maupun gelombang ?)..
    Tapi terlepas dr itu smua saya sangat prcaya dgn konsep dasar penemuan itu (potensi kesadaran bwh sadar manusia),hnya saja untuk dituangkan mnjadi sbuah karya nyatamungkin msh memerlukan langkah yg sangat panjang..
    @ Aditya : Thx ya,,penjelasannya simple dan masuk akal,saya jg sependapat dgn anda :)
    Hmmm....akhirnya secara pelan tapi pasti,ilmu pengetahuan modern mulai menemukan pintu yg dapat mnjangkau bidang supernatural & spiritual..
    Saya harap pd akhrnya smua pihak mengakui bhwa SAINS & SUPERNATURAL-SPIRITUAL kesemuanya memang ada,,
    "They're exist in their both sides"

    Fox Mulder.

    ReplyDelete
  36. kurang gmna gitu ulasan na.. pa topik nya yg kurang...

    menurut saya ini kurang menarik..
    di tunggu ulasan yg lain bung E...

    Banyu mukti

    ReplyDelete
  37. Hweeeeww.. bagus tuh kalo tu mesin dipasang di Indonesia.. mumpung di Indonesia lagi banyak kasus..
    :D

    ReplyDelete
  38. molotoft

    bca dulu ah.....!!!

    ReplyDelete
  39. Anehnya jika ada mesin yang bisa meramalkan peristiwa besar yang akan terjadi seperti tragedi 11 September, kenapa hal itu tidak diantisipasi sehingga bisa menyelamatkan nyawa orang banyak?

    ReplyDelete
  40. apa hasil outputnya (bil. Binary) g bisa di baca ?
    ato d jadiin decimal.

    ReplyDelete
  41. adminnya kira-kira mau gak ya jadi penulis artikel "Unik dan Misteri" di Ganool.com..
    Kalau mau seneng banget @_@

    blog enigma ini artikelnya original, kita suka itu :) makanya kita pilih enigma daripada yg lain yg cuman copas :D

    kalau mau gabung dengan kita ditunggu replynya ya gan, atau bisa kontak saya di ganool (et) ymail (dot) com

    ReplyDelete
  42. MR.E tolong bahas tentang Phillip Schneider yg mengaku nembak alien di markas pemerintah AS

    ReplyDelete
  43. pkokny hati2 serangan tungau MDR.........

    ReplyDelete
  44. kalo memang benar,,, harusnya digunakan untuk kebaikan umat manusia,,, dan apakah sudah ada fungsi nyatanya dpt memberi kebaikan bagi kehidupan manusia??? klo hanya bisa meramal tapi tidak bisa digunakan untuk masalah2 di dunia, buat apa..

    ReplyDelete
  45. baca dulu ahh,,baru koment lagi :)

    ReplyDelete
  46. Degrees
    Kesadaran global ??? unik
    kekuatan pikiran mempengaruhi benda fisik itu bisa aja terjadi
    tapi kalau mengetahui ttng masa depan kayaknya si mybe, sbb hukum Probabilitas, masa depan di pengaruhi oleh pilihan kita : ya, tidak dan ragu2 semuanya ada jawabanya di masa depan. banyak kemungkinan2 yang bisa terjadi di masa depan di pengaruhi oleh pilihan yang kita pilih sekarang, tapi jika mesin itu bisa menangkap sinyal2 atau gelombang2 pikiran alam bawah sadar yang sebenaranya tanpa kita sadari membentuk suatu kesadaran global, seperti kesadaraan akan kemerdekaan kita percaya akan kebebasan sebagai sesuatu yang tidak perlu di buktikan bahwa semua manusia di karuniai oleh sang pencipta hak-hak tertentu yang tidak boleh dirampas siapapun, kemungkinan hal2 seperti ini yang mempengaruhi kesadaran global
    Lagi pun jika mesin itu mempunyai out pun yang akurat tentang kesadaran global, di pelajari dan di salahgunakan untuk menguasai masyarakat luas dengan cara propaganda piskologi publik tanpa kita sadari.

    ReplyDelete
  47. molotoft

    OM E....

    penemuan teknologi ini ga di umumkn di discovery channel atw national geographic...????

    ReplyDelete
  48. kalo ga salah ini alat yg disebut" di lost symbol-nya dan brown yaa??

    ReplyDelete
  49. mau nanya bro..apa bener zodiac sekarang jadi 13????mohon penjelasannya...saia tunggu postinganya bro

    ReplyDelete
  50. masalahnya adalah: kita tau ada anomali yang terjadi pada mesin yang menghasilkan bilangan acak
    hipotesis: itu adalah akibat kesadaran/pikiran global manusia yang mempengaruhi mesin
    pengujian: ada anomali yang tidak bisa dijelaskan oleh hipotesis tersebut
    kesimpulan: hipotesis tersebut adalah salah.
    -the end-

    ReplyDelete
  51. Bro, kalo boleh tahu, kapan REG mulai disebarkan ke berbagai negara? kelihatannya sudah lama sekali ya, apa mesin itu disebarkan secara sembunyi2 (diselundupkan), mengingat ukurannya yang kecil?

    ReplyDelete
  52. @Anonymous 31: Tidak ada korelasinya.

    @Tresna: kesadaran global itu emosi yang muncul secara bersama-sama pada penduduk dunia. Misalnya ketika tahun baru dimana semua penduduk bumi merayakannya dengan sukacita.

    @Anonymous 34: masih sibuk saja bro.

    @Budi: apakah yang kamu maksud mesin itu bereaksi akibat rencana para konspirator untuk menyerang WTC atau membuat tsunami? Kalau itu maksud kamu, saya rasa tidak. Pikiran sebagian kecil orang tidak bisa disebut sebagai "kesadaran global".

    @Bro eser: jawabannya ada pada tulisan di atas. Menurut Dr.Nelson:

    "Mungkin kami bisa memprediksikan sebuah peristiwa besar yang akan terjadi. Namun kami tidak bisa mengetahui dengan pasti apa dan dimana peristiwa itu akan terjadi."

    spike itu menjadi signifikan hanya ketika sebuah peristiwa besar terjadi.

    @Anonymous 42: bisa saja. tetapi mesinnya tidak didesain seperti itu. sebenarnya mesin itu menghasilkan tanda + dan -. Tetapi diubah menjadi satu dan nol.

    @Ganool.com: sudah saya jawab lewat email.

    @molotoft: saya tidak tahu apakah discovery atau nat geo.

    @Isa Istifani: Benar sekali.

    @Dika: Tidak. zodiac ke-13 itu hanya diusulkan oleh seorang ilmuwan. tetapi tidak diterima.

    @Vahn Saryu: sekitar tahun 1997. Tidak diselundupkan. untuk apa? eksperimen ini adalah aktifitas legal yang didukung oleh banyak ilmuwan dari negara-negara lain.

    ReplyDelete
  53. Apa semacam "Pengembangan Kemampuan Manusia Tingkat Lanjut", ya?

    Seperti halnya Telepati, Telekinesis, Teleportasi dll.

    ReplyDelete
  54. country road... take me home.. to the place... i belong... west virginia... mountain momma... take me home.... country road...

    john denver - country road


    Lycan, Black

    ReplyDelete
  55. numpang lewat sekalian numpang baca wakakakakak

    ReplyDelete
  56. semua ramalan itu swa-mewujud, all prophet in the past knew this, but why they still murmured those f***ing negative-pessimistic prophecies craps! god damn all prophet

    ReplyDelete
  57. Setiap hari pasti ada setidaknya 1 hal besar yang terjadi, jadi menurut saya dia cuma mengkaitkannya saja

    ReplyDelete
  58. Wow..
    Kyak yg ada di novelnya DAN BROWN - LOST SYMBOL..
    Kerreen !
    d^_^b

    ReplyDelete
  59. orang amerika skrg ko demen meneliti hal2 diluar nalar/logika, aneh sekali....ada fenomena apa ini.

    tp mmg susah diterima akal sehat,jk mesin bs dipengaruhi pikiran manusia. bagaimana mgkn pikiran manusia scr massal (yg abstrak) ditangkap oleh mesin, dengan media apa mesin REG tsb menangkapnya...........apakah pikiran manusia bs memancarkan signal/gelombang radio yg bs ditangkap mesin ?....ane bener2 ga ngerti.
    Terus sampai radius berapa sebuah mesin REG bisa menangkap pikiran manusia....

    Kalau mmg seluruh kejadian besar di dunia bs dibaca/dirasakan mesin ini, mgkn bs diterima, tp kalau hanya peristiwa tertntu saja, ini menjadi bias dan kevalidannya dipertanyakan.

    coba saja mesin ini dipasang di beberapa stadion sepakbola, apakah mesin ini benar2 bisa menangkap pikiran puluhan ribu manusia, dan output yg dihasilkan mesin2 di semua stadion tsb sama yaitu terjadi anomali?.......hmmm saya tidak yakin.

    Menurut saya mesin REG ini sangat meragukan...
    tapi nice info bro.....

    ReplyDelete
  60. @Enigma : 0 bukan -

    1 menunjukkan sesuatu ada,

    1 boleh di analogikan +.

    tapi 0 tidak bisa.

    tapi kalau (-) itu adalah sesuatu yang ada. hanya saja bernilai negatif.

    ReplyDelete
  61. untuk 11 september apakah mungkin karena memang masyaraka amerika sebenarnya sudah mengetahui kalau pristiwa tersebut bakal terjadi? seperti konspirasi yg berkembang selama ini

    ReplyDelete
  62. Photo profilnya admin ???
    Ngak usah malu nunjukin photo seluruh wajah (kalau bisa seluruh badan, pake baju).
    Kalau misalnya ada kekurangan (misalnya jelek), kekurangan itu pasti tertutupi oleh "NICE" nya posting admin.
    Setuju ngak rekan2 komentator lainnya ???

    ReplyDelete
  63. nandar:

    wow, artikel yg sangat dalam.
    walo msh hanya sebatas hipotesa, tp seiring dg waktu, manusia makin lbh mengungkap suatu hal yg non logic.
    saya suka..

    good post bro E.. ^^

    ReplyDelete
  64. @A: sebenarnya tanda 1 atau 0 atau (+) dan (-) itu cuma tanda saja bro. tidak ada hubungan sama sekali dengan kaidah matematika. Mesin ini sebenarnya memutar sebuah koin, ada kepala dan ada ekor (yang menunjukkan probabilitas 50:50). Oleh mesin diubah menjadi tanda (-) atau (+) yang kemudian dioutputkan menjadi angka 1 atau 0. Jadi tujuan dari tanda (+) atau (-) itu cuma sebagai penanda saja.

    @Anonymous 65: saya sudah jawab di komen no.54

    ReplyDelete
  65. Postinganx d0.o,b
    Di tunggu postingan lainx

    ReplyDelete
  66. salam kenal,gan..nice blog..^^

    ReplyDelete
  67. Mas, maaf OOT, Kiyoshi Sakurazuka, seorang cosplayer legendaris dunia, dia itu seorang cowok atau cewek? Kalau cowok, kenapa bisa cantik sekali ya mas? Hoax atau bukan ya ini?

    Jika memang hoax, tolong dibahas ya mas.

    Terima kasih sebelumnya.

    Mercy
    120111

    ReplyDelete
  68. Terus terang, postingan ini tidak menarik. (Oh dear, sorry to be outright). Bagi saya ini terlihat seperti seorang atau mungkin sekelompok ilmuwan hiper-antusias dgn ''kesadaran global'', atau kemampuan otak manusia mempengaruhi mesin, dimana tidak/belum ada bukti atau referensi established yg dapat dijadikan pijakan untuk memvalidasi percobaan ' ecek-ecek' ini. Poin saya adalah: ''bisakah anda (doktor Nelson) menjelaskan bagaimana ''kesadaran global'' mempengaruhi mesin yang secara acak menunjukkan 0 atau 1 ?''. Doktor Nelson: bla bla bla.. Wilhelmina Slater: ''excuse me? Dear, you can't? Oh, I see..''

    Percobaan ini dilakukan oleh seorang doktor/ilmuwan, yang tidak mempunyai dasar yg ilmiah sama sekali. What a shame!

    Saya tidak tau darimana ide ''pikiran manusia dapat mempengaruhi mesin'' ini muncul di benak doktor Nelson. Sepertinya Enigma tidak menyinggung hal ini. (Atau mungkin Enigma tau?)
    Sekedar saran, sebaiknya dijelaskan latar belakang kenapa ide itu muncul. Tentu tidak datang begitu saja kan? Atau, ahaha, mungkin ini: ''pikiran adalah gelombang, sehingga dapat ditransmisikan dan diterima'' ?

    Bagi saya, satu SAJA confirmation bias terhadap percobaan ini, sudah cukup meruntuhkan validitasnya. Saintis 'terjebak' (atau 'menikmati') confirmation bias? Again, what a shame!

    Mungkinkah Enigma menambahkan confirmation bias yg lain dari kisah di atas? Saya rasa alangkah baiknya jika data2 tentang confirmation bias eksperimen itu juga ditulis (kalau ada), sehingga informasi yang disampaikan lebih BERIMBANG?

    Dan by the way Enigma, apa itu ''conformation bias'' yg anda maksud dalam tulisan anda?
    Jika ternyata itu kesalahan, please no hesitate to edit, and yes, you're welcome :)

    ReplyDelete
  69. pada saat terdapat kejadian yang besar, ataupun pikiran bawah sadar akan adanya keganjalan sehingga kelak akan terjadi hal yang besar dalam jumlah manusia yang banyak, mungkin ada korelasi terhadap proses otak yaitu lepas muatan listrik abnormal (+) dan berlebihan pada neuron-neuron secara paroksismal yang disebabkan oleh beberapa etiologi.

    ReplyDelete
  70. mungkin spike tersebut datang dari calon korban (manusia yang akan mati)karena seperti yang kita tau emosi sseorang yang akan mati biasanya sangat berbeda.

    ReplyDelete
  71. @Mercy: cowok yang cantik itu langka, tetapi ada.

    @Wilhelmina slater: Sebenarnya, saya sudah menyinggung mengenai ide percobaan Nelson, yaitu karena eksperimen Dr.Jahn. Btw, kamu benar, yang benar adalah confirmation bias, bukan conformation. Sudah dikoreksi. Thanks ya.

    ReplyDelete
  72. Terima kasih mas.

    Mercy

    ReplyDelete
  73. Lupa mas,

    Jadi Kiyoshi adalah pria cantik dan bukan hoax?

    Mercy

    ReplyDelete
  74. Dear Mr E.

    Topik menarik, sangat2 memotivasi kita utk mendiskusikan kebenarannya.

    Jika postingan sebelumnya ttg ''bisakah mesin mengontrol/ mempengaruhi pikiran manusia ???''. Maka sekarang ttg ''bisakah pikiran manusia mempengaruhi mesin ???''. Dan ini memang sudah direncanakan (mengingat waktu postingan artikel keduanya, sangat singkat selisihnya tidak seperti biasa).

    Btw, jawaban "tidak" tentunya akan memupuskan imajinasi, dan jawaban "belum" tentu lebih relevan agar postingan ini layak disebut misteri sesuai tema blog Mr. E sendiri.

    ReplyDelete
  75. Bang enig Ikut repost ya saya sertakan linkback nya kok

    ReplyDelete
  76. Mr. E. Ijinkan sy berbagi ,,,

    Sy cenderung percaya bhw pikiran -kita- manusia dapat mempengaruhi segala sesuatu yg ada disekitarnya -termasuk mesin- (pengalaman juga salah satu faktor yg membuat sy percaya), itulah mengapa kita percaya dng kekuatan do'a kan ?

    Ide awal mungkin dari Descartes yg bilang, "cogito ergo sum". Salah satu kalimat yg sy temukan disini [http://noosphere.princeton.edu/] juga mengatakan "Once, most of us believed that our thoughts had power, and at some level, despite the influence of a modern science that is pretty hostile to the idea of mind affecting the world, most of us still do.We only need to look at the prevalence of prayer or our foolish, but invincibly persistent willingness to gamble against the odds in casinos or at the lotto vendors."

    Dan, yang menjadi masalah (lagi2) adalah, adakah yang bisa "mempengaruhi/mengontrol" kesadaran global itu ? Sehingga yg dikatakan roger nelson, "Sebuah pemahaman yang sangat penting mengenai perilaku manusia dalam skala yang lebih besar yang berpotensi untuk membantu kita membentuk masa depan yang lebih baik dan kredibel." itu berjalan sesuai harapan masyarakat dunia yang rindu kedamaian tanpa campur tangan siapapun. Hanya satu alasan yang membuat kita mudah bergandengan tangan "Dari mana kita berasal ?, akan kemana kita kemudian ?"

    Semoga bermanfa'at.
    (Maap, tadi dah tak post belum ya ?. Kalo udah, yg ini dihapus aja Mr E. Trims)

    ReplyDelete
  77. @Enigma:
    That's it Enigma.

    Saya menebak anda akan menjawab dgn hal itu. Saya rasa saya tidak salah dngan kalimat ini:

    "Percobaan ini dilakukan oleh seorang doktor/ilmuwan, yang tidak mempunyai dasar yg ilmiah sama sekali".

    Kalau latar belakangnya adalah percobaan Prof. Jahn, apakah itu artinya apa yg dikerjakan seseorang bergelar profesor akan selalu benar?

    "Dr.Nelson mendapatkan inspirasinya dari penelitian Prof. Robert Jahn (Juga dari Princeton University) yang pada tahun 70an telah melakukan penelitian untuk mengetahui apakah pikiran manusia bisa mempengaruhi sebuah mesin.

    Bedanya, Dr.Jahn melakukan eksperimen ini dalam skala mikro. Ia meminta beberapa sukarelawan untuk memproyeksikan pikiran mereka ke sebuah mesin yang secara terus menerus mengeluarkan output berupa angka nol dan satu. Hasilnya cukup mengejutkan. Output yang dihasilkan oleh mesin mengalami anomali sehingga Prof.Jahn menyimpulkan kalau pikiran manusia memang bisa mempengaruhi sebuah sistem fisik seperti mesin." [Enigma]

    Apakah menurut Enigma, kesimpulan yg ditarik oleh Prof. Jahn itu tidak prematur? Jika saya diizinkan mengkritisi, apa yg membuat profesor itu begitu yakin kalau perubahan itu disebabkan oleh pikiran manusia? Bagaimana kita memastikan itu memang benar2 karena pikiran manusia, dan bukan intervensi hal2 lain,misalnya gelombang elektromagnet yg ada di ruangan itu? Jika karena pikran manusia, kenapa tidak diambil profil biofisik otak pada saat percobaan dilakukan ya?
    Apalagi jika eksperimen Prof. Jahn tersebut cuma dilakukan sekali. Bisa saja anomali itu secara kebetulan disebabkan oleh hal lain tetapi tampak seolah2 disebabkan oleh pikiran manusia. Kira2 ada info berapa kali dan dimana saja eksperimen itu dilakukan, Enigma?

    Jika seperti keterangan yang anda tulis, maka saya skeptis bahwa eksperimen yg dilakukan prof.Jahn juga valid secara ilmiah. itu membuat eksperimen yg dilakukan doktor Nelson juga tidak valid.

    Dan by the way, mengenai judulnya ternyata jauh melenceng ya dari inti tulisannya. Judulnya cuma disokong oleh kalimat ini:

    "Namun, pada tanggal 11 September 2001, ia menemukan sebuah misteri yang cukup mengejutkan.

    Mesin itu ternyata bisa "merasakan" sebuah peristiwa besar beberapa jam sebelum terjadi!

    Dengan kata lain, mesin itu meramalkan terjadinya peristiwa tersebut." [Enigma]

    Jika dikaitkan dengan adanya confirmation bias dalam kisah di atas, tepatnya yg ini:

    "Dalam kasus peristiwa 11 September, beberapa hari sebelum peristiwa tersebut terjadi, grafik di REG sebenarnya menunjukkan adanya fluktuasi serupa. Namun fluktuasi ini tidak disinggung oleh Dr.Nelson karena pada hari itu tidak terjadi sesuatu yang istimewa. "

    Saya kira perihal RAMAL-MERAMAL cukup diberikan saja kepada TUKANG RAMAL sebagai sumber "cari makan" mereka. Ahaha.

    ReplyDelete
  78. Mantap sekali bung Enigma..
    Saya sudah pernah membaca semua postingan bung Enigma dari pertama banget sampai sekarang.
    Dan menurut saya, ini adalah postingan terbaik yang pernah dibikin bung Enigma...!!!

    Oh iya, menurut saya prbadi, spike2 yg ditunjukkan alat itu masih sangat abstrak dan tidak terlalu menunjukkan apa2... Dan menurut hukum probabilitas spike2 tersebut adalah sesuatu yg wajar karena yg namanya RANDOM ya berarti apapun dapat terjadi, termasuk spike2 itu..

    Memang sih, kemungkinan untuk keluarnya angka 1 atau 0 itu 50:50. Sehingga awalnya akan tampak aneh bila muncul spike.
    Tapi jangan lupa, kemungkinan untuk mengeluarkan hasil NORMAL atau hasil TIDAK NORMAL juga 50:50, sehingga sebenarnya, walaupun kemunculan spike memang tidak normal, tapi masih dapat dianggap wajar..

    Saya setuju kalau sebenarnya semua yg ada di dunia ini sebenarnya saling terkait satu sama lain. Dan saya percaya juga kalau semua kejadian di dunia ini sudah ada di dalam skenario Yang Maha Kuasa, sehingga tidak ada yang namanya kebetulan.

    TAPI, saya TIDAK percaya bahwa kelak manusia dengan alat2nya bisa meramalkan masa depan..
    Mengapa? Karena pengetahuan manusia itu terbatas oleh pikiran/logikanya sendiri. Dan pikiran manusia tidak akan bisa menjembatani pemisah antara hal2 logis dengan supranatural (Immanuel Kant).

    Tapi menurut saya sih, usaha mencapai hal itu sudah merupakan sesuatu yg cukup keren..
    Salut buat om Roger Nelson.
    Dan salut juga buat bang Enigma.. :D

    @ron_interista

    ReplyDelete
  79. seperti yg ada di novel karangan Dan Brown..

    ReplyDelete
  80. wah asik juga tuh kalo punya mesin kaya gitu
    bisa antisipasi buat masa depan..
    btw bung enigma, boleh request tentang hantu berkuda ga yang di mesir selama kerusuhan...

    ReplyDelete
  81. Kalo pertanyaan pertama jawabannya adalah 'ya', maka ada kemungkinan bukan berarti manusia bisa meramal akan terjadi sesuatu, tetapi sesuatu itu adalah buatan manusia sendiri.

    -seperti yang banyak diketahui, tragedi 11 September sudah banyak yang memberitakan kalau itu adalah rekayasa Amerika semata, bukan teroris seperti yang selama ini diberitakan (kalau Amerika tidak mau disebut teroris)

    -ada juga yang mengatakan bahwa tragedi tsunami Aceh adalah buatan manusia

    ini berarti juga, cukup banyak manusia yang terlibat sehingga dapat mempengaruhi gelombang yang dihasilkan oleh alat tersebut.

    yah, sebagai penganut beberapa teori konspirasi, saya rasa penjabaran saya cukup masuk akal...:)

    ReplyDelete
  82. numpang nge-link blognya,bos..thx..^^

    ReplyDelete
  83. bang enigma, saya minta izin yaa copas postingan enigma yang tentang "Deja Vu" buat blog saya..soalnya saya baru belajar buat blog sendiri...kalau diiizinkan trima kasih...

    ReplyDelete
  84. @Mercy: tentu saja bukan hoax.

    @Samaranji: Thanks atas sharingnya bro. Menarik sekali.

    @Wilhelmina: tentu saja seorang Profesor juga bisa salah. Saya tidak mengetahui scope ataupun data-data eksperimen yang dilakukan oleh prof Jahn sehingga saya tidak bisa berkomentar apakah kesimpulan yang diambilnya prematur atau tidak. Soal validitas eksperimennya, saya kira itu bisa dinilai dengan peer review (yang mungkin belum pernah dilakukan). Tetapi saya sepakat dengan kamu kalau eksperimen yang dilakukan oleh Prof.Jahn memang tidak diterima dengan baik di kalangan ilmuwan.
    Nah, yang perlu dihargai dari Prof.Nelson ada dua. Pertama, ia tidak mempergunakan hasil eksperimennya sebagai alat untuk mencari keuntungan finansial, dan kedua, ia menyadari kelemahan kesimpulannya dan tidak memaksakan teorinya kepada orang lain. Kedua hal ini sangat langka pada masa sekarang ini.

    @Ron interista: menarik sekali kutipan Emannuel Kant-nya.

    @Afnan: ok. silahkan.

    ReplyDelete
  85. Angulus Ludovici;
    @Enigma:
    Bro Enigma, seperti yang anda tulis mesin REG menghasilkan angka nol dan satu secara acak, dan ketika ada suatu peristiwa besar di dunia, terjadilah gelombang spike. Ehm... bukankah komputer kita ini juga menghasilkan angka nol dan satu (binary code)?

    Dan bisa kita bayangkan, bila hasil penelitian profesor dari Princeton itu benar maka komputer2 diseluruh dunia juga dapat terpengaruh "kesadaran kolektif global" ini bukan? Dari komputer rumahan sampai komputer Pentagon, NASA, MOSSAD dan komputer di pusat nuklir! Sungguh berbahaya bila gelombang "spike" ini secara tidak sengaja mengaktifkan nuklir kepunyaan China yang hulu ledaknya memang sudah diarahkan ke Taiwan bukan?

    Tentang apakah pikiran manusia mampu mempengaruhi sebuah benda fisik (Mind over matter), apakah anda lupa bahwa anda bisa mengetik disini adalah karena pikiran anda memerintahkan saraf2 dijari jemari anda untuk memencet tombol2 keyboard?

    Jari jemari bergerak karena adanya medium saraf, dan bila Mind Over Matter yang anda maksudkan adalah mempengaruhi sebuah gelas untuk bergerak dengan hanya memikirkannya adalah seperti berusaha mengalirkan listrik melalui medium kayu.

    Apakah anda sendiri Bro Enigma, percaya pada hasil penelitian Princeton tersebut???

    ReplyDelete
  86. @Wilhelmina: Hai Wilhelmina Slaughter, bagaimana kabarmu? wwkwkwkwkwk

    @Enigma:
    Idenya tentang REG, mesin yg bisa merasakan "kesadaran global". Tetapi lantas tiba2 mesin "ajaib" ini bisa "meramal"?
    Wait, apakah itu artinya ada sekelompok peramal yang pikiran2 mereka cukup untuk membentuk kesadaran global, sehingga dapat "dirasakan" oleh mesin itu?

    Ataukah mesin itu punya 2 fungsi sekaligus? "merasakan kesadaran global" DAN "meramal"??

    Yang mana keduanya sama-sama gak ada yg saya percayai sama sekali wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  87. @Angulus: desain mesin itu tentu saja berbeda dengan komputer rumah. Ide dasar mesin itu adalah menghasilkan angka o dan 1 secara acak. Kalau komputer rumah tidak didesain untuk menghasilkan angka acak. Apakah saya percaya dengan hasil penelitian tersebut? Belum. Tapi saya suka dengan penelitian itu.

    @Daniel Meade: Bukankah itu pertanyaan keduanya?

    ReplyDelete
  88. @Enigma:
    Bukan. wekekek. Kalau memang anda sepakat, bagian mananya dari tulisan anda yg menanyakan seperti pertanyaan saya itu?

    ReplyDelete
  89. @Daniel Meade: Kamu salah tanggap. Saya tidak bilang kalau saya sepakat atau tidak dengan kamu. Yang saya maksud adalah pertanyaan yang kamu ajukan sama dengan pertanyaan yang mendasari postingan ini.

    Pertanyaan kamu:
    "Ataukah mesin itu punya 2 fungsi sekaligus? "merasakan kesadaran global" DAN "meramal"?? "

    Bukankah itu pertanyaan inti dari postingan ini?

    Soal kamu percaya atau tidak, itu sama sekali tidak masalah karena memang setiap yang membaca postingan ini akan memiliki pendapatnya sendiri. Dan saya menghargai kedua-duanya. :)

    ReplyDelete
  90. Daniel Meade, well done! Benar2 ''brilliant''!
    Slaughter? Ahaha, saya rasa kamu bukan yg perdana menyebutkannya. Kreatif sekali :)

    ReplyDelete
  91. @Enigma:
    Oooh, ternyata anda juga mempertanyakan keduanya. Tapi saya rasa hal itu perlu ditegaskan kembali karena dalam tulisan anda jelas-jelas ditulis ini:

    "Dengan demikian, ada dua pertanyaan yang berusaha dijawab oleh eksperimen ini.

    Pertama, Apakah pikiran (kolektif) manusia mampu mempengaruhi sebuah benda fisik (Mind over matter)?

    Dan kedua, Apakah manusia benar-benar memiliki kemampuan untuk mengetahui peristiwa yang akan terjadi?"

    Perhatikan perbedaan pertanyaan kita.
    Saya: " "Ataukah mesin itu punya 2 fungsi SEKALIGUS? "merasakan kesadaran global" DAN "meramal" ??"

    Saya kira berbeda, karena dengan meneliti kalimat anda yg ini:

    "Dan kedua, Apakah MANUSIA benar-benar memiliki kemampuan untuk mengetahui peristiwa yang akan terjadi?"

    anda sedang menghubungkan REG yg dapat "membaca" kesadaran global dengan kemampuannya meramal, dimana kemampuan REG "meramal" ini berasal dari kemampuan manusia untuk dapat mengetahui masa depan. Dengan logika semacam ini:

    "REG menangkap "kesadaran global", sehingga jika dia mampu menangkap pikiran manusia yang (anggaplah) memang bisa mengetahui masa depan, dia (REG) secara otomatis menjadi "peramal" masa depan."

    Makanya pertanyaan kedua anda adalah: "Apakah manusia benar-benar memiliki kemampuan untuk mengetahui peristiwa yang akan terjadi".

    Perbedaanya di sini adalah, saya tidak memikirkan itu seperti alur berpikir di atas, tetapi saya memikirkan bagaimana jika MEMANG REG mempunyai kemampuan membaca "kesadaran global" SEKALIGUS juga kemampuan "meramal" masa depan secara langsung tanpa menghubungkannya dengan kemampuan manusia untuk mengetahui masa depan yg spekulatif itu. Well, saya juga tidak mengatakan jika REG mampu "meramal" masa depan tidak spekulatif, namun saya menyadari betapa lebih spekulatifnya mengatakan kalau kemampuan REG ini "meramal" masa depan berasal dari pembacaan pikiran manusia yang diasumsikan (dipertanyakan) mampu mengetahui masa depan, dimana hal tersebut jika memang ada, saya rasa hanya dimiliki segelintir orang. Bukankah itu tidak akan terdeteksi oleh REG? Sebagaimana komentar anda:

    "Pikiran sebagian kecil orang tidak bisa disebut sebagai "kesadaran global".

    Lagipula Enigma, saya rasa anda tidak MEMPERTANYAKAN kemampuan mesin ini meramal, tetapi sepertinya bagi saya anda sedang MENYIMPULKAN:

    "Dengan kata lain, mesin itu meramalkan terjadinya peristiwa tersebut (!)".

    So, maksud saya adalah pertanyaan kita tidak sama, dan pertayaan mengenai "apakah REG juga memiliki kemampuan lain seperti "meramal" masa depan secara langsung?" layak untuk dieksplor lebih lanjut.
    (Ehm, walaupun saya TIDAK percaya keduanya. Apa yg saya percayai TIDAK PENTING bukan???)


    @Wilhelmina: Saya tersanjung. termaksih atas pujiannya :)

    ReplyDelete
  92. pernah baca ini klo ga salah di lost simbol karangan dan brown..ilmu noetick yang dipelajari sama cewe yang bantu profesor langdon..apakah ka enigma dapat inspirasi dari novel ini?

    ReplyDelete
  93. permisi om enigma,, saya mau tanya kata "kesadaran global" itu terjemahan dari kata dlm bahasa inggris apa yah? Tks

    ReplyDelete
  94. Hmm, alat-alat ciptaan manusia makin aneh saja ya?
    Kaya chroniton riffle, anti matter device, bom hidrogen,amunisi DU, dll wah ntar apa lagi ya? Mungkinkah mesin-mesin Doraemon akan benar-benar nyata?

    ReplyDelete
  95. ngapain sih pada balepan pertamax.. komentar yang asik dikit napa

    ReplyDelete
  96. ga percaya ah

    oh iya bang Enigma, tolong jelasin juga apa hewan memiliki indera keenam seperti paranormal ga??
    contohnya si Paul Gurita

    ReplyDelete
  97. wow, tulisannya panjang sekali,, tpi di paragraf pertama sudah memberikan banyak informasi,, saya kagum sama artikel2 di blog anda,, huah,, bagus2,, bermanfaat! keep posting~!

    ReplyDelete
  98. bagaimana jika itu adalah sebuah unsur kesengajaan .. karena percobaan REG pertama menunjukkan hasil dari sebuah pemikiran ... saya kurang yakin dengan teori pikiran manisia dapat membuat pengaruh random event

    ReplyDelete
  99. semunya adalah misteri yang bisa di jelaskan dengan sains.
    memang sih, masih belum percaya 100% dengan alat itu, coz masih membingungkan, terus gak ada event baru yang berhasil diramalkan.
    tapi secara pribadi saya yakin pikiran manusia bisa mempengaruhi mesin..
    mungkin saja..
    nothing imposible,,,

    ReplyDelete
  100. MAKIN YAKIN BRO!!
    KALO 9/11 N TSUNAMI ACEH EVENT(PERISTIWA BUATAN) SI ORGANISASI SOSORY ITU...
    MAKANYA TUH MESIN BEREAKSI SEBELUM TERJADI KARENA KEJADIAN ITU SUDAH DIRENCANAKAN SEBELUMNYA!!

    ReplyDelete
  101. bro UNTUK TAHUN 2012 bahas ttg semua Illuminati card ya..KALO bisa???
    jahahhaaha :B

    ReplyDelete
  102. Salam Bung Enigma.
    Salut, tulisan yg sangat bagus.
    Ijin mengkopi (juga linkback).
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  103. SIENCE is something that came from mankind's power of Truth and Power of Dream and together Humans trying to combine both immersive power to became better at understanding the LIFE!

    never regret your LIFE!

    ReplyDelete
  104. 1. Banyak logika dan informasi menarik di blog njenengan mas...matur nuwun.
    2. Ada framing dng mengarahkan logika relasi langsung pikiran dan respon mesin.
    3. jika asumsinya mesin bereaksi pada fikiran (c.q. elektro magnet), kenapa tidak ada kemungkinan respon terhadap dinamika magnet bumi ato badai matahari misalnya... Sains, misalnya sudah mengungkap adanya gelombang pendek sebelum ternyatadinya gempa. Tp brapa lama sebelum kejadian msh blm bs di pastikan.
    4. Banyak data yg tidak tersampaikan, misalnya apakah peristiwa2 tersebut memicu respon yg sama dr mesin itu di setiap lokasi, atau berbeda.
    5. Bagaimana relasi dng peristiwa lokalnya ? Secara statistik sebenernya nggak sulit untuk melihat konsistensi korelasi perubahan dng peristiwa baik lolal atao global. Apa lagi di awal tulisan, disampaikan bahwa ide ini diawali dng riset skala mikro.
    tengyuuu...
    KC

    ReplyDelete
  105. Pikiran itu relatif. Entah itu sebuah alam bawah sadar, tetap melaju secara acak. Jadi kurang setuju kalo pikiran global yg bikin sebuah spike muncul. Meramal adalah suatu keyakinan. Keyakinan satu tingkat lebih tinggi dari pikiran. Keyakinan adalah benang imajiner yang menghubungkan tidak hanya antara kita manusia, melainkan menghubungkan kita dengan data sumber awal kehidupan itu sendiri

    ReplyDelete
  106. bisa saja dimana dulu tak terpikir besarnya besi bisa terbang ke angkasa,kenyataannya sekarang besi berbentuk pesawat bisa terbang itu semua karena adanya kelebihan otak pada manusia,why not...

    ReplyDelete