Monday, December 14, 2009

Star Jelly - Gumpalan gelatin misterius dari meteor

Ketika kita memandang hujan meteor indah yang melewati bumi, mungkin tidak banyak dari kita yang tahu bahwa meteor-meteor tersebut juga meninggalkan kenang-kenangan untuk manusia di bumi berupa substansi seperti agar-agar yang sering disebut Star Jelly. 

Star Jelly adalah substansi berbentuk gelatin yang dipercaya jatuh ke bumi akibat dibawa oleh meteor. Fenomena ini konon telah diketahui sejak tahun 1641 dan merupakan salah satu misteri yang paling membingungkan dalam sejarah sains.

Walaupun ide adanya meteor yang membawa Jelly biologis terlihat seperti sebuah science fiction, namun intensitas laporan yang masuk selama berabad-abad sepertinya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Star Jelly dalam sejarah
Contohnya pada tahun 1641, seorang Inggris bernama John Suckling pernah menyebut mengenai Star Jelly di salah satu puisinya.

"As he whose quicker eye doth trace a false star shot to a mark'd place do's run apace, and, thinking it to catch, a jelly up do snatch"

Sir Walter Scott, seorang penulis besar Inggris juga menyinggungnya dalam novel yang ditulisnya pada tahun 1825, "The Talisman" :

"And thou shalt only light on some foul jelly, which, in shooting through the horizon, has assumed for a moment an appearance of splendour.”

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Scientific American tahun 1846, deskripsi mengenai hujan meteor juga dihubungkan dengan penemuan Jelly misterius ini.

"Sepertinya ukurannya (meteor) lebih besar dari matahari dan ia membuat langit menjadi terang seperti siang hari. Dan ketika meteor itu jatuh, sejumlah penduduk segera mencari lokasinya dan menemukan sekumpulan Jelly dengan diameter 1,2 meter."

Dari tulisan-tulisan yang ditemukan mengenai fenomena ini, kita bisa mengetahui bahwa sejak berabad-abad lampau orang telah menghubungkan Star Jelly dengan meteor atau bintang jatuh. Keyakinan ini terbawa hingga sekarang.

Pembahasan yang lebih modern mengenai Star Jelly muncul pada sebuah artikel yang terbit tahun 1979 di Fate Magazine. Disitu disebut bahwa Star Jelly adalah substansi ekstra terestrial yang terdiri dari "cellular organic matter" yang eksis sebagai "prestellar molecular clouds" yang melintasi luar angkasa.

Kita mungkin tidak akan pernah mengerti maksud istilah-istilah rumit tersebut. Namun paling tidak Fate Magazine telah menimbulkan kembali fantasi-fantasi mengenai makhluk ekstra terestrial. Beberapa paranormal bahkan mengatakan bahwa Jelly tersebut merupakan sisa-sisa dari hewan luar angkasa.

Penemuan Star Jelly - Laporan Saksi
Selama berabad-abad, terdapat puluhan hingga ratusan laporan ditemukannya gumpalan-gumpalan gelatin di tanah sehari setelah penampakan meteor jatuh atau hujan meteor.


Contohnya, pada tahun 1950, sebuah gumpalan besar ditemukan oleh polisi Philadelphia. Polisi itu mendeskripsikan gumpalan itu sebagai "Jelly dengan bentuk seperti piringan dengan diameter 1,8 meter. Tebalnya sekitar 30 cm di tengah dan sekitar 5 cm di tepinya."

Masih menurut polisi tersebut, ketika disentuh, bagian Jelly yang disentuh segera berubah menjadi buih dan lenyap di udara tanpa meninggalkan bau sedikitpun. Malam sebelumnya, para penduduk sekitar melaporkan adanya sebuah meteor terang yang lewat di daerah itu.

Pada tahun 1994, para penduduk di Oakville, Washington melaporkan adanya "hujan gelatin" terjadi di wilayahnya. Peristiwa ini bahkan disinggung dalam salah satu episode televisi "unsolved mystery".

Pada 3 November 1996, sebuah meteor besar terlihat melewati langit Kempton, Australia. Pada keesokan paginya, para penduduk menemukan Jelly bening di halaman rumah dan trotoar di kota itu.


Laporan penemuan paling baru terjadi pada tahun 2009 dimana ditemukan gumpalan-gumpalan Jelly di beberapa perbukitan Skotlandia.

Star Jelly - Teori-teori
The Massachusetts Department of Environment Quality Engineering pernah meneliti Jelly ini dan menyimpulkan bahwa substansi ini tidak beracun dan tidak berbahaya bagi manusia. Walaupun begitu, identitasnya masih belum diketahui dengan pasti. Namun paling tidak ada beberapa dugaan yang diajukan, tapi sebelumnya, para peneliti harus mengeliminasi hubungan Jelly ini dengan kemunculan meteor.

Star Jelly dan Meteor
Pada kenyataannya, meteor hampir tidak pernah mencapai permukaan bumi. Kebanyakan akan segera terbakar habis di atmosfer. Seperti yang kita ketahui, meteor umumnya terbuat dari batu atau partikel besi. Jika meteor memiliki elemen Jelly, tentu saja jelly tersebut akan segera terbakar habis sebelum mencapai bumi. Jadi Jelly ini pastilah tidak berhubungan dengan meteor sama sekali.

Menurut para peneliti ini, para saksi yang melihat meteor akan mendatangi tempat yang dianggap sebagai tempat jatuhnya meteor dan mungkin mereka menemukan Jelly yang memang sudah ada disitu sebelumnya.

Teori ini cukup masuk akal karena seringkali penemuan Jelly ini tidak disertai oleh penampakan meteor malam sebelumnya. Dan jika hubungan antara meteor dan Star Jelly telah diabaikan, lalu materi apakah Star Jelly ini sebenarnya ?

Polusi Industri
Beberapa orang beranggapan bahwa materi ini adalah hasil dari polusi industrial.

Misalnya, pada kasus penemuan Jelly di Philadelphia tahun 1950 yang saya ceritakan di atas, lokasi penemuannya hanya berjarak sekitar 800 meter dari sebuah pabrik.

Lalu, pada tanggal 11 Agustus 1979, Mrs Sybil Christian dari texas menemukan beberapa gumpalan Jelly berwarna ungu di halaman depan rumahnya setelah terjadi hujan meteor Perseid malam sebelumnya. Lalu Forth Worth Museum of Science and History mengadakan penelitian dan menemukan bahwa pabrik battere di dekat situ menghasilkan limbah yang berwarna ungu. Jadi mungkin ada hubungannya antara gumpalan ungu tersebut dengan limbah pabrik.

Walaupun dilakukan dengan pendekatan sains, teori ini tidak dapat menjelaskan laporan penemuan Star Jelly sejak abad 17, jauh sebelum industri bertumbuh di Amerika dan Eropa.

Sisa-sisa tubuh hewan
The Book of British Amphibians and Reptiles yang ditulis oleh M Smith menjelaskan bahwa Star Jelly sesungguhnya adalah sisa-sisa oviduct kodok. Oviduct adalah saluran reproduksi di dalam tubuh kodok yang menghasilkan substansi berupa jelly yang menyelubungi ovum hewan amphibi ini.

Menurut Smith, burung dan mamalia lain yang memakan kodok biasanya menyisakan oviduct yang kemudian berubah menjadi Jelly ketika bereaksi dengan udara.

Namun sama seperti teori polusi industri, teori ini juga memiliki kelemahan.

Para peneliti dari National geographic yang meneliti sampel Star Jelly yang ditemukan di Amerika tidak bisa menemukan DNA di dalamnya. Jika gumpalan Jelly itu berasal dari hewan, maka tentu saja akan ada jejak-jejak DNA hewan di dalamnya.

Lagipula, jika Jelly itu adalah sisa-sisa tubuh kodok yang dimakan burung, bagaimana menjelaskan penemuan Jelly dengan diameter lebih dari satu meter ? Berapa banyakkah kodok yang dimakan dan dimuntahkan oleh burung itu ?

Nostoc
Teori lain menyebut bahwa Star Jelly adalah Nostoc, yaitu sejenis cyanobakteri air tawar yang memiliki potensi untuk membentuk koloni di area terbuka. Jika dalam kondisi biasa, koloni ini tidak akan terlihat oleh manusia. Namun ketika hujan turun, Koloni Nostoc ini akan berubah menjadi gumpalan Jelly yang bisa jadi disalahartikan sebagai substansi yang baru jatuh dari langit.


Namun, teori ini tidak terlalu menarik perhatian karena gumpalan Jelly yang dihasilkan dari koloni Nostoc ternyata tidak mirip dengan gumpalan Star Jelly yang ditemukan.

Star Jelly - penutup
Seperti yang saya katakan di awal, misteri yang satu ini belum berhasil dipecahkan oleh sains modern. Tentu saja sekali lagi, sangat sulit membayangkan Jelly seperti itu bisa dibawa oleh meteor dari luar angkasa. Namun jika tidak berhubungan dengan meteor, lalu mengapa sejak berabad-abad orang selalu menghubungkannya dengan meteor ?

Hans Sluiman, seorang ahli Algae yang juga meneliti sampel substansi ini sangat yakin bahwa Star Jelly bukan hewan ataupun tumbuhan. Kalau begitu apa ? entahlah !

Untuk kasus Star Jelly, Alam semesta dengan keunikannya mendapat nilai satu poin, dan sains dengan segala teorinya mendapatkan nilai nol.

(wikipedia, blogs.howstuffsworks.com, subversiveelement.com)

Share on Facebook
Bookmark and Share

Perhatian ! Boleh Copy paste, tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.

29 comments:

  1. Benar2 mantap!
    Mungkin itu alien habis ee jatoh ke bumi

    ReplyDelete
  2. enak dimakan gak ya? hehehehe, kalo di indonesia pasti dijadiin cendol deh...
    emang ga ditemukan kandungan struktur kimianya,senyawa.......aneh

    ReplyDelete
  3. wow, saya baru denger tentang ini. nice post..
    tapi saya mau tanya, kan katanya star jelly tadi ga bisa disentuh, langsung berubah jadi buih dan hilang, tapi para peneliti itu bisa menelitinya.
    maksudnya star jelly ga bisa disentuh dengan tangan atau alat? atau bahkan gabisa disentuh sama sekalI?
    mohon penjelasannya..makasih yaa..

    ReplyDelete
  4. pertamax gaaan!!!

    ReplyDelete
  5. @Anonymous : dikau memang super teliti. laporan bahwa jelly tersebut berubah menjadi buih hanya dilaporkan oleh polisi yang menemukannya pada tahun 1950 di philadelphia. Tapi saksi lain tidak melaporkan soal ini.

    ReplyDelete
  6. Wah . . .
    Alam 1, sains modern 0
    Kpan yah bisa imbang . . ?
    Ckck,,,

    ReplyDelete
  7. keep posting bro, what next... meteor freak, mutant..
    ill keep waiting 4 your update..

    ReplyDelete
  8. ooh gitu yaaa. tapi aneh juga ya, masa cuma pada taun itu kejadiannya.
    setelah taun itu ada yang bisa disentuh ga ya?
    soalnya kalo pada taun2 setelahnya ga ada laporan lagi kayak itu, berarti seharusnya bisa disentuh ya..dan bisa dijadiin kenang2an gitu :D

    ReplyDelete
  9. apa jangan2 polisinya dipaksa tutup mulut buat nyembunyiin fakta klo jelly itu udah diteliti? dia terpaksa bilang kyk gitu soalnya dia udah terlanjur cerita ke orang2 di sekitarnya... yaaa, tp kita ga boleh langsung ngambil kesimpulan sendiri... but thats what makes mystery sooo fun...

    ReplyDelete
  10. lho lho...kok punya jelly gitu?unsur-unsurnya kok lum di teliti dengan jelas ya?jawabanya kurang memberi kepuasan padaku......penasaran bgt bang...klo ada update tentang ini cepet di posting yah.......tck tck tck......aq pantau terus kok update nya enigma.....bener ya bang....cepet cari info terbaru....bisa buat cerita nih soale....

    ReplyDelete
  11. wew...akhirnya req q di tampilkan thx ya kk enigma....

    ReplyDelete
  12. Bukan mendiskreditkan penemuan jelly diatas (gbr 1,2 & 3).. tetapi spt yg pernah saya temukan di halaman belakang rumah saya. Mirip sekali..(mungkin sama x ya :o).. Saya kira hal itu keluar dari akar tumbuhan (ga tau namanya), yg bunga/buahnya seperti brokoli tp bentuknya panjang sperti cabai lombok hanya langsing..
    Mungkin saya salah, sementara menyimak cerita diatas dulu deh sampai terkuak.
    Ayo bung, cepetan cari jawabannya..

    ReplyDelete
  13. walopun paling lmah, tp sy plng trtarik sm teori nostoc.mungkin ad "tmennya" nostoc yang tidek teridentifikasi kbradaannya?

    hujan gelatin.yaiks.

    like this!

    ReplyDelete
  14. mungkin ga itu urine asstronot yg mengental? hehe yaiks!

    ReplyDelete
  15. entah kenapa mirip Angel's hair ... (kalau disebutkan ciri ciri sperti yang dikatakan oleh bung Anonymous diatas) ... kalau Angel's hair mirip kapas ... tapi sama sama kalau dipegang hilang....

    ReplyDelete
  16. wkwk.. kacian sain's nilainya 0..
    Nice Info. bro.






    -Hendrik-

    ReplyDelete
  17. "Untunglah bukan spermanya alien.. Kwokwokwokwok.."

    v(^0^)v

    ReplyDelete
  18. bener kata anonymous diatas, ciri2nya mirip dgn angel hair (maklum tau karena saya pernah posting ttg angel hair.. hhe). Mungkinkah angel hair dan jelly ini punya suatu relasi??

    ohh ya, mas enigma buat postingan ttg angel hair jg donk.. pgen tau klo yg versi enigma gmn jadiny.. hhe

    thanks b'4

    ReplyDelete
  19. emisi senyawa kimia apa kali... ketika meteor atau debunya bergesekan dgn atmosfir bumi, meteor yg membawa unsur kimia yg g dikenal d bumi jadi bersenyawa spt itu...ini mungkin yaaa..... atau emisi nya flying saucer? wkwkwkwk

    ReplyDelete
  20. Pak enigma...
    nanya dong..
    dalam beberapa artikel bapak.. ketika ada teori2 yang menjelaskan berbagai fenomena misteri, acapkali teori yang dipakai itu mengandung kelemahan yang mudah untuk dipatahkan..
    contohnya di artikel star jelly ini : teori sisa tubuh hewan.

    ReplyDelete
  21. tidak saya buat-buat kok. Teori-teori mengenai fenomena ini kan tidak banyak. Misalnya, jika kita membaca berbagai artikel mengenai star jelly, maka teorinya ya itu-itu saja. Tapi tahu tidak, bagi kamu, mungkin aneh, tapi teori sisa tubuh hewan dianggap sebagai teori yang paling mungkin menjelaskan star jelly.

    ReplyDelete
  22. wah alam menang terus sains 0....untunggg..saya emang ga terlalu suka pelajaran ipa..terutama fisika.,Ruweett!!! hag..hag...hag..hag..maklum otaksaya cuman bertahan menit buat mikir yang berat2...^^

    ReplyDelete
  23. Jadi ingat kisah lucu yang pernah saya alami.
    Saya pernah nemuin gumpalan jelly kaya gini di halaman rumah tetangga.
    Eh, ternyata sebelumnya ada ibu-ibu membuang pembalutnya sembarangan dan dirusak sama anjing. dan berserakan dihalaman.
    Malamnya hujan turun, dan esok paginya jadi deh kumpulan jelly dihalaman tetangga tersebut seperti gambar diatas.
    Hahahaha....

    ReplyDelete
  24. aneh ya.. yg anehnya adalah kalo disentuh, star jelly nya lansung berubah jd buih dan lenyapp,,....;) @ haiqal

    ReplyDelete
  25. dari semua sumber , ada kemungkinan bahwa sumber kehidupan di bumi berasal dari luar angkasa yg dibawah oleh meteor yg jatuh . berawal dari kehidupan yg sangat sederhana dan berevolusi menjadi mahluk kompleks dari miliaran tahun hingga saat ini , tapi apakah benar ?

    ReplyDelete
  26. Nice posting Prof.E
    Request frankenstein dong...
    Belum pernah ditulis kan Prof?atau saya yg gak liat:D


    ReplyDelete